Entrepreneurship: Belajar dari Pengusaha Tahu Bakso Pak Agus
BALIKPAPAN – Ilmu dan pengalaman itu berharga sekali, saking berharganya bisa dikatakan siapa saja pernah mendengar istilah carilah ilmu hingga di negeri Cina sekalipun. Tapi itu dahulu kala, untuk menggambarkan pentingnya mencari ilmu pengetahuan dan pengalaman dari orang-orang bijak. Tentu saja, untuk mendapatkan ilmu di negeri Cina tidaklah mudah, ada banyak usaha dan pengorbanan seperti tenaga, pikiran, hingga menerapkan ilmu yang telah didapat.
Beruntunglah di era Internet saat ini banyak sekali ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dapat diperoleh siapa saja di lingkungan terdekat. Salah satunya adalah komunitas jejaring sosial Akademi Berbagi Balikpapan (@akberbalikpapan) yang mengadakan acara berbagi pengalaman bersama pengusaha Tahu Bakso Pak Agus Balikpapan, Sabtu, 21/1/2012, di Kampus A STIKOM Balikpapan.
Agus Widodo, begitu nama lengkapnya, mengawali usahanya dengan berjualan ayam bakar di Semarang. Saat itu ia masih kuliah di semester 4 dan harus membiayai sendiri. Usahanya tutup terkena imbas krisis moneter tahun 1998, dikisahkan harga daging ayam 1 Kg yang awalnya Rp 4.000 melejit menjadi Rp 12.000 membuat Pak Agus merubah haluan hingga berganti-ganti profesi. Mulai dari rental komputer, lalu pindah ke Balikpapan mengajar sebagai guru dan menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi hingga menjadi konsultan pendidikan di Balikpapan.
Sarjana Fisika yang pernah juga menjadi dosen STIKOM Balikpapan ini mulai menekuni produksi Tahu Bakso sejak tahun 2004, setelah mendengar Tahu Bakso Semarang yang cukup enak. Belajar dari pembuatannya, tampaknya produk tahu tempe Balikpapan masih cukup kalah dibanding dengan Jawa. Inilah tantangannya, bagaimana agar tidak kalah. Tentu saja, sebagai entrepreneur ia tidak patah arang, justru dengan itu kreativitas semakin meningkat. Tak pelak, sejak 3 semester yang lalu Pak Agus berhenti mengajar karena produksi tahu baksonya semakin meningkat. Mantap!
Berani jadi pengusaha? Ayo aja…!










