STMIK Balikpapan             
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Balikpapan

Friday, 12 March 2010 - Headline News


Bangku Kuliah dan Dunia Kerja

Banyak orang tua rela mengeluarkan modal yang tak sedikit agar anaknya bisa kuliah, khususnya pada jurusan-jurusan favorit. Pertanyaannya, apakah dengan masuk jurusan favorit, mereka nantinya bisa langsung bekerja? Langkah apa yang mesti dilakukan para mahasiswa agar bisa sukses setelah lulus kuliah? Selengkapnya...

RSS

Wednesday, 26 August 2009

Pesta Blogger Indonesia Di STIKOM Balikpapan


Blogshops Balikpapan sukses! Walopun cuma diikuti 30 peserta, tapi mereka fokussss banget. Saking fokusnya, sebagian tetep bertahan saat “diusir2″ buat makan siang, untuk menyelesaikan tugas dari Fany (trainer dari dagdigdug yang gagal jadi model ini sempat tampil di koran Tribun Kaltim dua hari berturut-turut lho…hihihi) yang membimbing mereka membuat blog
Semangatnya tinggi. Padahal boleh dibilang, usia rata-rata peserta ini bukan anak muda lagi, melainkan bapak-bapak dan ibu guru. Simak komentar Ibu Rachel, peserta paling ’senior’ karena usianya sudah 56 tahun, tentang acara ini. “Saya termotivasi ikut blogshop karena murid-murid saya banyak yang punya blog. Jangan sampai saya justru nggak bisa ngeblog dan ga bisa jawab kalau ditanya murid,” kata guru Bahasa Inggris di SMK 2 Balikpapan ini. Mereka datang berombongan sesama guru dengan mengenakan batik bercorak Kaltim.
“Sekarang sih, setelah ikut blogshop jadi lebih ngerti dan kayaknya kalau ada yang nanya-nanya, sudah bisa ngajarin. Saya juga ngeblog karena ingin punya lebih banyak teman berbagi,” kata Trisna.
Dalam sesi sharing, selain chairman Iman Brotoseno, tampil pula penggiat Balikpapan Blogger, Alfa Malik dan Bambang Herlandi. Iman menjelaskan mengenai kode etik di dunia maya. “Misalnya saat mengutip omongan atau gambar orang lain, harus disebutkan sumbernya. Selain itu, tulisan yang dibuat, jangan menyinggung soal SARA. Kalau hal-hal itu tidak dilanggar, pasti aman.”
Pemaparan yang cukup menyita perhatian peserta adalah ketika Bambang Herlandi menjelaskan pengalamannya memanfaatkan blog untuk proses belajar-mengajar. “Saya menggunakan blog untuk e-learning. Nggak repot harus foto copy bahan pelajaran, siswa tinggal buka blog saya,” katanya. Demikian pula saat harus meninggalkan sekolah untuk suatu keperluan, ia pun bisa ‘mengajar jarak jauh’ dengan akses internet. “Bahkan hasil ujian siswa pun saya umumkan di blog jadi saya tidak ikut nempel-nempel kertas seperti guru lain,” imbuhnya. Bambang mengajak guru-guru yang menjadi peserta blogshops ini untuk terus ngeblog, “Karena manfaatnya sangat bagus dan efisien serta efektif sebagai media pengajaran”.
Blogshops ini berlangsung di laboratorium komputer milik STIKOM Balikpapan. Ketua STIKOM Balikpapan, Satria, sangat mendukung kegiatan ini dengan meminjamkan laboratorium kampus untuk blogshops serta halaman kampus untuk Pesta Blogger mini pada malam harinya. Selain didukung Stikom Balikpapan, acara ini juga didukung oleh Harian Tribun Kaltim, Indosat, Radio IDC, Balikpapan ICT Community, Elex Media Komputindo. Dan tentu saja dukungan penuh datang dari Panitia Pesta Blogger 2009 sebagai penyelenggara serta Depkominfo, US Embassy, dan Microsoft sebagai sponsor.
Acara Gathering atau Pesta blogger mini di Balikpapan, tak kalah seru dengan daerah lain. Sebuah panggung sengaja didirikan di halaman kampus. Rencananya, jika peserta membludak, jalanan depan kampus segera ditutup. Dua polisi lalu lintas mengatur arus lalu lintas saat acara berlangsung. Acara diisi dengan penampilan beberapa ‘penyanyi lokal’ dan dua MC dadakan yang cukup mengundang tawa dengan logat dan bahasa gaul khas Balikpapan. Setelahnya acara diisi dengan talkshow dengan tiga pembicara yang sama seperti siang harinya yakni Iman Brotoseno, Alfa Malik, dan Bambang Herlandi. Talkshow diselingi kuis dengan hadiah-hadiah menarik dari sponsor lokal.
Tapi sesi paling seru sekaligus mengharukan dan membuat Pesta Blogger mini di Balikpapan berbeda dengan kota lainnya adalah dengan hadirnya tiga ‘blogger gila’!!! Mereka adalah Dillah, Wawan, Fortynine (lupa nama aslinya) dari komunitas blogger Kalimantan Selatan. Bahkan Tristram Perry, Atase Pers Kedutaan Amerika yang hadir di Balikpapan berkali-kali menyebut mereka “crazy”.
Mengapa?